Rekomendasi Hasil Akreditasi 2022

 

REKOMENDASI SD 76 PUSANTI

MUTU LULUSAN

Kemampuan siswa kelas atas (kelas 4-6) umumnya baik ditunjukkan ketika berinteraksi dalam proses pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler mulai aspek keterampilan berkomunikasi yang efektif dan beretika secara lisan dan tulisan, membuat kalimat yang efektif sampai menyusun paragrap, kolaborasi di kelas  dalam bentuk diskusi kelompok dan berkolaborasi di luar kelas seperti kegiatan lomba, keterampilan berpikir kritis dan mengidentifikasi, menganalisis dan pemecahan masalah serta keterampilan kreatif dan inovatif,hasil karya hanya perlu penanaman kebiasaan dan pengembangan pada aspek-aspek tertentu seperti penanaman kecakapan abad 21 yang meliputi keterampilan berkomunikasi,berkolaborasi,kreativitas dan berpikir kritis dalam berbagai aktivitas baik di dalam kelas maupun di luar kelas agar tercipta kebiasaan yang membudaya sebagai pilar manusia masa depan,oleh karena itu guru diharapkan dapat: 1) menciptakan budaya keterampilan abad 21 dengan mengembangkan kompetensinya sebagai pendidik sesuai eranya,2)memperkaya keterampilan berinteraksi dan berkomunikasi efektif dalam pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler, 3)melibatkan diri dalam berbagai forum pendidikan seperti KKG,Worshop kecakapan abad 21,pembelajaran era digital 4)memberikan pelayanan maksimal pada setiap aspek kehidupan siswa.Dipihak kepala sekolah hendaknya :1) menyiapkan fasilitas memadai di sekolah untuk menciptakan sekolah ramah lingkungan dan ramah anak seperti pengadaan rumah piket dan kelengkapannya,suasana kelas inovatif,2)mendorong dan memfasilitasi guru mengembangkan diri dengan memberi support dan menyediakan anggaran pendidikan dan latihan,3) memberdayakan sumber daya sekolah semaksimal mungkin seperti pemberian penghargaan kepada siswa dan guru sesuai kinerjanya,serta 4) menuangkan dalam program RKT dan RKAS.

 

MUTU PROSES

Kemampuan guru menciptakan suasana pembelajaran efektif dengan memberi kesempatan siswa untuk belajar secara aktif (membaca, bertanya, berdiskusi, praktik, atau menggunakan metode, media yang bervariasi, dan lembar praktik ), keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS),keterampilan menganalisis yang dilaksanakan melalui pengalaman yang konkret, dan menyajikan materi yang bermakna bagi kehidupan siswa sudah baik yang ditunjukkan ketika proses pembelajaran serta pembiasaan membaca dan menulis sehingga lahir siswa-siswi  literat,numerat yang mampu melahirkan karya-karya literasi namun masih perlu pengembangan agar berdampak signifikan terhadap kegiatan pembelajaran yang lebih efektif serta  mampu memberi solusi terhadap permasalahan yang ada dalam kehidupan  sehari-hari,oleh sebab itu guru diharpkan: 1) menciptakan budaya pembelajaran efektif dengan metode variatif ,2)menyajikan materi pembelajaran dengan teknik dan pemilihan media yang tepat,3) menfasilitasi siswa dalam mengembangkan kecakapan abad 21, 4)member contoh dan ruang menciptakan karya inovatif,5)menyusun program GLS,kaya literasi dan numerasi di sekolah,6)memodifikasi pojok baca dan area baca,memperkaya buku referensi di perpustakaan,7)menentukan tindakan nyata perihal penghargaan dan sanksi.

 

MUTU GURU

Kompetensi guru pada umumnya sudah bagus,guru memiliki kemampuan melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik dan berkelanjutan mulai dari merencanakan/menyusun program,melaksanakan pembelajaran,menilai dan menganalisis serta tindak lanjut hasil penilaian,hal ini ditunjukkan adanya dokumen administasi guru yang tersusun sistematis dan kontinmyu namun perlu pengembangan dalam bentuk tindak lanjut sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan yang berkesinambungan,maka dari itu guru diharapkan dan berupaya untuk: 1)mengikuti KKG dan sharing dengan teman sejawat,2) menambah wawasan dengan belajar mandiri,3)mengikuti program pengembangan keprofesian berkelanjutan seperti program guru berbagi,guru penggerak dll,4)mengikuti seminar,diklat,praktik baik,karya inovatif diberbagai kesempatan,5)menerapkan ilmu dan ide baru dalam pembelajaran,serta 6) mengikuti program peningkatan kompetensi guru baik daring maupun luring dengan inisiatif sendiri dan terprogram oleh pihak sekolah.Untuk kepala sekolah diharapkan dapat: 1) menfasilitasi guru meningkatkan kompetensinya seperti mengutus pada kegiatan diklat pendidikan dan semacamnya,2) mensuport guru melalui pendanaan yang terprogram di RKAS,3)menyiapkan fasilitas jaringan internet di sekolah,4) memberi penghargaan dan promosi jabatan.

MUTU MANAJEMEN SEKOLAH

Pelayanan bimbingan dan konseling dilakukan oleh guru kelas sesuai kompetensi dan pengalaman masing-masing tanpa ada program bimbingan layanan,jenis dan bentuk tindakan serta evaluasi hasil tindakan layanan bidang akademik,social dan karier dengan keterbatasan sumber daya sekolah maka layanan bimbingan dan konseling guru terhadap  siswa hanya berdasarkan perilaku dan aktivitas siswa selama mengikuti persekolahan bidang akademik dan social saja belum menyentuh pada layanan bimbingan karier sebagai tahap pengembangkan kekuatan  sehingga kebutuhan siswa tidak terpenuhi,guru hanya mengukur ketercapaian pembelajaran,interaksi dengan lingkungan,sehingga berdampak pada mutu layanan bimbingan dan berimplikasi pada proses pembelajaran yang kurang efektif dan bermutu,oleh karena itu guru kelas (Guru BK SD) hendaknya : 1)menyusun program BK sesuai standar (Permendikbud No.111 tahun 2014),2) mempersiapka jenis dan bentuk layanan,3)menambah pengetahuan tentang prinsip-prinsp layanan bimbingan dan konseling yang baik, 4)memperkaya literasi baca perihak layanan BK,5)memberikan layanan kepada siswa dengan dasar kebutuhan bukan kejadian,6)mengevaluasi keberhasilan layanan BK untuk perbaikan program,7)memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti dilklat,seminar ,dan pelatihan lainnya tentang bimbingan dan konseling,6)mengalokasikan anggaran pada RKAS.

 


 

Final Rekomendasi MIS Al-Ihsan Salohe

MUTU LULUSAN

Penerapan tata tertib kehadiran di sekolah,berpakaian seragam,dan kepatuhan terhadap tata tertib secara keseluruhan masih kurang,perilaku tangguh dan bertanggung jawab siswa juga belum ditunjukkan dalam aktivitas sehari-hari,siswa belum menunjukkan ketarampilan yang efektif dan beretika secara lisan dan tulisan melalui berbagai media dengan memanfaatkan TIK di dalam dan di luar madrasah juga sangat kurang,akibatnya kehadiran di sekolah ,pakaian seragam,dan kepatuhan terhadap tertib tertib kurang,penyelesaian tugas-tugas siswa juga rendah walaupun berulang kali dingatkan oleh guru sehingga mempengaruhi kepatuhan dan rasa tanggung jawab siswa rendah dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari di sekolah dan tentunya akan berpengaruh besar terhadap proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan secara luas di madrasah,oleh karena itu hendaknya: 1) guru secara bersama-sam dengan kepala madrasah menyusun tata tertib akademik dan non akademik madrasah dengan melibatkan stackeholder madrasah termasuk pihak yayasan, 2) menyiapakan seluruh fasilitas pendukung penerapan tata tertib seperti pos piket,buku piket dll terpisah dengan MTs,MA atau bergiliran menjadi petugas,3)menerapkan pemberian sanksi dan penghargaan.Dalam hal kepatuhan dan tanggung jawab siswa,guru hendaknya :1) memberikan instruksi yang jelas dalam setiap penugasan,2)menindak lanjuti pekerjaan siswa sekecil apapun iti seperti memeriksa PR,tugas siswa,3)meningkatkan kompetensi tata cara pembelajaran yang komunikatif serta pada aspek keterampilan berkomunikasi efektif guru seyogyanya: 1)menciptakan suasana kelas yang menyenangkan, 2)melatih diri melalui KKG dan forum guru serta menerapkan kepada peserta didik,3)mendampingi siswa berlatih berbicara/komunikasi lisan dan tulisan,4)memanfaatkan fasilitas TIK di madrasah.

 

MUTU PEMBELAJARAN

Proses pembelajaran yang menunjukkan keterampilan berfikir tingkat tinggi (HOTS),pemanfaatan hasil penilaian proses dan hasil belajar,tindakan pemberian pembelajaran remedy dan atau pengayaan,pembelajaran di kelas yang menyenangkan dan partisifasi aktis siswa masih kurang penyebabnaya antara lain guru belum mengembangkan dan menyusun RPP dengan pemilihan strategi, model, metode bervariasi, teknik yang beragam dan media media pembelajaran inovatif dan kreatif yang dapat mendorong siswa belajar secara aktif, efektif dan menyenangkan sesuai dengan tujuan pembelajaran,guru belum terampil menggunakan hasil penilain sebagai dasar perbaikan rencana dan proses pembelajaran,guru belum maksimal melaksanakan pembelajaran remedy apalagi pengayaan,belum ada kegiatan pembiasaan literasi membaca dan menulis di madrasah,untuk meningkatkan beberapa hal tersebut guru hendaknya : 1) meningkatkan kemampuan paedagogiknya melalui forum guru seperti KKG,seminar,lokakarya,workshop dll, 2)membiasakan siswa berpartisifasi dalam kegiatan PBM,3)menyusun RPP dengan beberapa pengembangan seperti memilih media yang tepat,strategi/metode efektif agar tercipta pembelajaran kreatif dan inovatif,4)peniaian dengan teknik dan jenis yang akurar serta tindak lanjutnya,5)pemnanfaatan hasil penilaian untuk perbaiak selanjutnya serta menggerakkan beberapa program literasi dan numerasi di masdarah seperti,GLS/M,Sekolah literasi (Sabtu baca dll),penataan pojok baca dan sudut baca,pengayaan buku referensi,kegiatan literasi dan numerasi (lomba literasi,numerasi).Kepada pihak yayasan hendaknya: 1) memberikan ruang yang lebih luas kepada pihak madrasah mengelola madrasahnya,2)mendorong pihak madrasah memanfaatkan fasilitas yang tersedia seluas-luasnya

 

MUTU GURU

Kemampuan guru pada umumnya perlu peningkatan untuk mampu mengembangkan dan memodifikasi RPP dengan pemilihan strategi, model, metode bervariasi, teknik yang beragam dan pemilihan  media pembelajaran inovatif dan kreatif yang dapat mendorong siswa belajar secara aktif, efektif dan menyenangkan sesuai dengan tujuan pembelajaran, kesempatan berbagi dan menerima informasi dari teman sejawat juga kurang karena guru jarang mengikuti kegiatan  pengembangakn profesi baik inisiatif sendiri maupun penugasan dari madrasah atau yayasan sehingga berdampak pada proses pembelajaran dan peningkatan mutu madrasah,oleh karena itu guru,kepala madrasah dan pihak yayasan hendaknya: 1)menempatkan madrasah sebagai milik dan tanggung jawab bersama,2)memberdayakan sumber daya manusia (PTK) untuk meningkatkan mutunya sebagai cikal bakal peningkatan mutu madrasah secara holistic dan konfrekensif seperti forum KKG dsb,3)memberikan kesempatan kepada guru meningkatkan kemampuan profesinya dengan mengikuti berbagai kegiatan di forum guru baik daring maupun luring,4)menfasilitasi guru untuk saling berbagai seperti penyebar luasan informasi pendidikan dari teman sejawat atau instansi terkait,5)melakukan evaluasi dan refleksi diri guru untuk perbaikan program dan proses pelayanan pendidikan selanjutnya,6)mendorong siswa berpartisifasi aktif dalam setiap kegiatan berkaitan dengan pengembangan minat dan bakatnya,8) saling terbuka dalam mengembang amanah dan tanggung jawab madrasah dan yayasan.

MANAJEMEN SEKOLAH/MADRASAH

Madrasah mengadakan pertemuan dengan guru, tenaga kependidikan, dan pemangku kepentingan serta pihak yayasan untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif dalam usaha pengembangan madrasah untuk mencapai visi,misi dan tujuan yang telah ditetapkan tertuang dalam RKT/RKAM,hanya implementasinya belum konsisten,efektif,akuntabel dan transparan karena keterlibatan yayasan sehingga berdampak nyata pada pengembangan madrasah dan motivasi guru yang semakin menurun,akibatnya berpengaruh stagnan bahkan menurun terhadap pengelolaan madrasah secara umum,oleh karena itu kepada semua pihak pengelola madrasah baik guru,keplaa madrasah maupun pihak yayasan hendaknya: 1)mengembangkan visi,misi dan tujuan madrasah sesuai kebutuhan dan ketersediaan anggaran,pemanfaatan hasil rapor mutu dan EDS yang disusun sebelumnya,2)mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesuai prosedur,3)menerapkan system rekrutmen PTK secara transparan,4)penyediaan sarana dan prasarana pendidikan,5)mengaktifkan program kegiatan Ekstrakurikuler sesuai minat dan bakat siswa,6)memberikan layanan bimbingan dan konseling sesuai kebutuhan klien,7)mengurangi ketergantungan dengan pihak lain.Dengan pengelolaan madrasah sesuai system dan standar operasional prosedur yang berlaku serta kebijakan yang akuntabel dan transparan mutu pendidikan akan lebih baik.

 

REKOMENDASI SDI  12/79 Bulu Tempe

MUTU LULUSAN

Kemampuan siswa kelas tinggi umumnya baik mulai dari aspek keterampilan berkomunikasi yang efektif dan beretika secara lisan dan tulisan, membuat kalimat yang efektif dan paragrap, kolaborasi di kelas  dalam bentuk diskusi kelompok dan berkolaborasi di luar kelas seperti kegiatan lomba, keterampilan berpikir kritis dan mengidentifikasi, menganalisis dan pemecahan masalah serta keterampilan kreatif dan inovatif,hasil karya serta berpartisifasi dan berpreastasi pada kegiatan kompetisi siswa, hanya perlu penanaman kebiasaan dan pengembangan pada aspek-aspek tertentu seperti penanaman kecakapan abad 21 yang meliputi keterampilan berkomunikasi,berkolaborasi,kreativitas dan berpikir kritis dalam berbagai aktivitas baik di dalam kelas maupun di luar kelas agar tercipta kebiasaan yang membudaya sebagai pilar manusia masa depan,oleh karena itu guru diharapkan dapat: 1) mengembangkan kompetensinya sebagai pendidik sesuai eranya,2)memperkaya keterampilan berinteraksi dan berkomunikasi efektif dalam pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler, 3)melibatkan diri dalam berbagai forum pendidikan seperti KKG,Worshop kecakapan abad 21,pembelajaran era digital 4)memberikan pelayanan maksimal pada setiap aspek kehidupan siswa di sekolah 5)memberikan bimbingan dan pendampingan kepada siswa menghadapi berbagai bidang kompetisi.Dipihak kepala sekolah hendaknya :1) menyiapkan fasilitas memadai di sekolah untuk menciptakan sekolah ramah anak seperti suasana kelas literat,2)mendorong dan memfasilitasi guru mengembangkan diri dengan memberi support dan menyediakan anggaran pendidikan dan latihan,3) memberdayakan sumber daya sekolah semaksimal mungkin seperti pemberian penghargaan kepada siswa dan guru sesuai kinerjanya,serta 4) memprogramkan pada RKAS secara sistematis dan berkelanjutan.


PBM

Interaksi proses pembelajaran dikelas dan di luar kelas sudah  kontekstual dan mengarah pada pencapaian keterampilan abad 21,namun pada aspek pelaksanaan asesmen kompetensi sikap,pengetahuan dan keterampilan mulai dari perencaan,pelaksanaan dan analisis hasil penilaian serta tindak lanjutnya masih perlu pengembangan mulai dari sisi kemampuan guru merancang indicator penilaian,menyusun instrument penilaian maupun tindak lanjut hasil penilaian meliputi pemanfaatan hasil penilaian untuk perbaikan program pembelajaran,proses dan penilaian capaian kompetensi perlu menjadi penekanan,oleh karena itu diharapkan bahwa semua guru hendaknya: 1) memperdalam pemahaman terhadap pentingnya penilaian pendidikan dilaksanakan dengan memperbanyak membaca litertus penilaian,2)memperkaya diri dengan teknik dan jenis penilaian yang sesuai dengan indicator capaian kompetensi yang akan diukur.3)memperdalam pengetahuan menyusun kisi-kisi dan instrument penialaian,4)mengaktifkan diri mengikuti pelatihan seperti KKG topic penilaian,workshop pelaksanaan asesmen,pembelajaran remedy,5) kemampuan menganalisis hasil penilaian sebagai dasar pemberian tindak lanjut yang sesuai,6) memahami pentingnya tindak lanjut hasil penilaian sebagai dasar perumusan rencana pembelajaran ,serta 7) perbaikan proses dan capaian pembelajaran meningkat.

                                                                                                             

MUTU GURU

Kemampuan guru secara umum sudah baik mulai dari merencanakan pembelajaran,melaksanakan pembelajaran,menilai ketercapaian hasil pembelajaran maupun menganalisis dan melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian namun perlu peningkatan dan pengembangan secara holistik dan konfrehensif sesuai perkembangan pendidikan terutama pada kemampuan memahami kapabilitas diri,mengevaluasi atau refleksi diri sebagai aspek pundamental memperkaya dan memperdalam kompetensi sehingga mampu memodifikasi perencaan pembelajaran dan proses interkasi dengan siswa serta teman sejawat dan dunia luar,oleh karena itu guru hendaknya 1) membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan abad 21,2) mengintropeksi diri sebagai manusia yang memiliki keterbatasan,3)melakukan refleksi terhadap kemampuan diri melalui angket siswa dan teman sejawat,4)menerima masukan perbaikan dari semua pihak,5)mencoba/eksperimen ide baru dalam berinteraksi di sekolah,dan kepala sekolah hendaknya: 1)member ruang kepada guru untuk berkreasi dan mengembangkan diri,2)mempasilitasi guru untuk berbagi melalui desiminasi hasil kegiatan pengembangan diri,3)menyediakan alokasi anggran pengembangan diri guru secara berkelanjutan dan akuntabel.

MUTU MANAJEMEN

Pelayanan bimbingan dan konseling dilakukan oleh guru kelas sesuai kompetensi dan pengalaman masing-masing tanpa ada program bimbingan layanan,jenis dan bentuk tindakan serta evaluasi hasil tindakan layanan yang sesuai dengan standar pelayan minimal dengan prinsip Untuk mengoptimalkan pelayanan bimbingan dan konseling sesuai dengan kebutuhan individu itu sendiri perlu dikenali dan dipahami keunikan setiap individu dengan berbagai kekuatan, kelemahan, dan permasalahan yang sedang dihadapi oleh individu bersangkutan,dengan keterbatasan sumber daya yang ada maka layan bimbingan akedemik,social,dan karier siswa hanya berpedoman  ketika ada siswa yang terindikasi mengalami kelemahan dari ketiga aspek tersebut belum menyentuh pada layanan bimbingan mengembangkan kekuatan atau karier sehingga kebutuhan siswa tidak terpenuhi,guru hanya mengukur ketercapaian pembelajaran,interaksi dengan lingkungan,sehingga berdampak pada pelayanan bimbingan yang beroriontasi pada pelaksanaan pembelajaran yang lebih efektif dan bermutu,oleh karena itu guru BK (Guru kelas SD) dan kepala sekolah hendaknya : 1)menyusun program BK sesuai standar (Permendikbud No.111 tahun 2014),2) menambah pengetahuan tentang apa dan bagiamana bimbingan dan konseling dilaksanakan dengan senantiasa memperkaya literasi baca perihak layanan BK,3)memberikan layanan kepada siswa dengan dasar kebutuhan bukan kejadian,4)mengevaluasi keberhasilan layanan BK yang sudah dilaksanakan,6)memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti dilklat,seminar ,dan pelatihan lainnya tentang bimbingan dan konseling,6)mengikuti forum diskusi tentang BK di media massa.

 

REKOMENDASI SDN 135 MANURUNGE FINAL

 

MUTU LULUSAN

Keterampilan kecakapan abad 21 bagi siswa secara umum masih perlu penanganan lebih serius,sistematis dan terprogram secara kontinyu mulai dari keterampilan berkomunikasi yaitu keterampilan bertanya dan menjawab terkait materi pelajaran, membuat kalimat efektif dan menyusun paragrap efektif,keterampilan mengungkapkan gagasan dan ide baru serta pemanfaatan TIK,keterampilan berkolaborasi, kemampuan mengekspresikan diri dan berkreasi dalam kegiatan pengembangan minat dan bakat,terlebih lagi pada keterampilan berkreasi dan berinovasi,semua aspek ketrampilan abad 21 ini sangat mempengaruhi pencapaian prestasi belajar khususnya pada siswa tingkat akhir.oleh karena itu guru diharapkan dapat: 1)menyusun program pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan menitikberatkan ketercapaian keterampilan abad 21,2)menfasilitasi siswa lebih banyak berinteraksi baik lisan maupun tindakan,3)membiasakan siswa berani mengungkapkan pendapat baik bertanya maupun menjawab,4)membiasakan menyusun kalimat dan paragraph efektif sesuai konteks kehidupan,5)membudayakan keterampilan bekerjasma baik dalam kelas maupun kegiatan ektrakurikuler,6)menfasilitasi jiwa keberaniannya mengekspresikan diri sesuai minat dan bakat,7)menuntun timbulnya rasa keingintahuannya terhadap hal-hal baru agar lahir ide-ide dan gagasan baru.

 

 

PBM

Melibatkan siswa secara aktif,paripurna dan berkelanjutan dalam pembelajaran dilaksanakan dengan cara memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, menjawab, membaca, berdiskusi, mengkomunikasikan gagasan dan mengerjakan tugas,selain itu untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi guru memberi kesempatan untuk menceritakan kembali, menarik kesimpulan dan  membuat karya, menganalisis,mengevaluasi serta membelajarkan siswa melalui pengalaman konkret namun belum berdampak signifikan dalam peningkatan pemecahan masalah kehidupan nyata siswa,disisi lain kegiatan pembiasaan literasi membaca dan menulis belum terprogram secara sistemik dan berkelanjutan,dalam komponen mutu pembelajaran ini,guru hendaknya :1) memanfaatkan hasil evaluasi dan refleksi diri untuk perbaikan program dan proses selanjutnya,2) menindak lanjuti saran hasil supervise kepala sekolah dan pengawas bina,3)mengembangkan RPP dengan teknik,metode,media dan pendekatan yang efektif,4)merangsang kesiapan belajar dengan pertanyaan pemantik,5)membiasakan siswa mengungkapkan pendapat,kerjasama,kreatif dan berpikir analitis sebelum mengeluarkan argument,6)menciptakan budaya pembelajaran kontektual bukan verbalisme,7)membudayakan kegiatan literasi sebagai suatu kebutuhan.

 

MUTU GURU

Kinerja guru secara umum dapat diukur dari aktivitas kegiatan sehari-hari mulai dari kemampuan menyusun program pembelajaran dan pengembangan profesi,melakanakan program,menilai ketercapaian sampai memanfaatkan hasil sebagai perbaikan program berikutnya atau kinerja guru dapat juga diukur dari keberhasilan orang (siswa) yang dibinanya.Kinerja guru kadang fruktuatif sebab mengandalkan kompetensi yang dimilikinya,usaha pengembangan diri melalui,forum KKG,seminar,lokakarya dsb dianggap beban dan mengahibiskan energy apalagi dalam bentuk yang lebih kecil seperti menilai dan merefleksi diri dari teman sejawat apalagi siswa sendiri,jika kegiatan ini rutin dilaksankan akan memicu peningkatan kinerja dalam memberikan pelayanan pendidikan terutama menciptakan suasana pembelajaran yang efektif menyenangkan,oleh karena itu guru hendaknya:1)memperkaya kompetensi dengan mengikuti berbagai ajang dan forum pendidikan,2)memanfaatkan hasil evaluasi dan refleksi dari pihak lain termasuk guru dan siswa,3)memanfaatkan hasil supervise akademik untuk perbaikan kinerja,4)tidak merasa puas dan nyaman pada situasi aman,teruslah berbenah kembangkan kinerja secara berkala.

 

 

MANAJ SEKOLAH

Salah satu kompetensi kepala sekolah adalah melaksnakan supervise akademik,kepala sekolah dituntut merancang,melaksanakan,mengevaluasi dan menetapkan tindak lanjut dari hasil supervise akademik.Supervisi akademik membantu guru meningkatkan kinerjanya dan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan.Layanan bimbingan dan konseling dilakukan oleh guru kelas sesuai kompetensi dengan mempertimbangkan jenis dan bentuk tindakan serta evaluasi hasil tindakan layanan bidang akademik,social dan karier maka layanan bimbingan dan konseling guru terhadap  siswa perilaku dan aktivitas siswa harus menyentuh pada tiga aspek layanan terutama bimbingan karier sebagai tahap pengembangkan kekuatan,guru hanya mengukur ketercapaian pembelajaran,interaksi dengan lingkungan,sehingga berdampak pada mutu layanan bimbingan dan berpengaruh pada proses pembelajaran yang kurang efektif dan bermutu,oleh karena itu kepala sekolah dan guru kelas (Guru BK SD) hendaknya : 1)menyusun program supervise berkala dan kontinyu,2)melaksanakan supervise dengan instrument standar/terukur,3)menyampaikan hasil supervise kepada guru untuk ditindak lanjuti ,3)memberikan penghargaan dari hasil supervise,4)menyusun program BK sesuai standar,5)mempersiapka jenis dan bentuk layanan,6)menambah pengetahuan tentang prinsip-prinsp layanan bimbingan dan konseling yang baik, 7)mengevaluasi keberhasilan layanan BK untuk perbaikan program,8)memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti dilklat,seminar ,dan pelatihan lainnya tentang bimbingan dan konseling,6)menganggarkan secara kontinyu pada ARKAS.

 



REKOMENDASI SMP 5 WTG SOPPENG

MUTU LULUSAN

Perilaku tangguh dan bertanggung jawab siswa hanya terjadi dalam pembelajaran di kelas,siswa belum terbiasa menyelesaikan tugas-tugasnya secara mandiri maupun kelompok,salah satu penyebabnya adalah ketika guru memberikan tugas baik individu maupun kelompok,guru jarang memberikan petunjuk khusus tentang tugas siswa tersebut disisi lain kadang tugas siswa tidak diperiksakan setelah dikumpul apalagi ditindak lanjuti baik dalam kegiatan pembelajaran remedy maupun tindakan bimbingan akademik dan social.Kemudian keterampilan kreatif dan inovatif yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran dan hasil karya siswa dalam bentuk lisan, tulisan, dan/atau karya lainnya melalui kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler di dalam dan di luar sekolah sudah baik,namun belum konsisten dan berkelanjutan sehingga proses pembelajaran belum efektif dan berdampak pada peningkatan proses dan capaian hasil belajar siswa belum signifikan karena guru belum mampu merancang pembelajaran yang dapat menggerakkan siswa secara total terrutama dalam mengasah keterampilan kreatif dan inovatif baik lisan maupun tulisan dan hasil karya,oleh karena itu guru hendaknya: 1)menanamkan dan membudayakan rasa memiliki sikap perilaku tangguh dan bertanggung jawab 2)memiliki buku catatan/agenda/buku control siswa 3)memperbanyak kegiatan KKG membahas pembelajaran efektif 4)meningkatkan kompetensi paedagogik melului seminar dan pelatihan 5)memiliki program pembelajaran remedy dan pengayaan 6)memiliki dan melaksanakan program bimbingan dan konseling serta 7)melakukan evaluasi dan refleksi diri.

 

 

MUTU PROSES

    

Kemampuan dan keterampialn guru dalam memberikan pembelajaran remedy dan atau pengayaan masih sebatas memberikan layanan perbaikan nilai bukan perbaikan proses pembelajaran dengan menggunakan strategi/metode disesuaikan dengan kemampuan/kondisi masing-masing siswa berdasarkan hasil analisis pencapaian kompetensi melainkan memberikan penilaian ulang terhadap butir soal yang belum mencapai  standar minimum pada kompetensi pengetahuan dan keterampilan sehingga siswa terkesan hanya mengulangi soal yang salah bukan usaha memperbaiki dan menambah pemahaman terhadap kompetensi tertentu,penyebabnya adalah pemahaman konsep dasar guru perihal pembelajaran remedy dan pengayaan sebagai usaha perbaikan strategi pembelajaran tambahan khusus dan pembelajaran pengembangan kompetensi belum dipahami secara mendalam akibatnya siswa mengerjakan tugas terhadap soal yang belum tuntas semata tanpa pembelajaran tambahan khusus sebelumnya karena hanya untuk memperbaiki perolehan nilai siswa bukan menambah pemahaman terhadap kompetensi atau materi esensial,oleh karena itu seyogyanya guru harus: 1) memahami konsep,prinsif dan teknihk/strategi pembelajaran remedy dan pengayaan 2)mengidentivikasi kemampuan pengetahuan dan keterampilan siswa 3)menyusun program dan langkah-langkah pembelajaran remedy/pengayaan 4)menetukan tindak lanjut 5)memperkaya referensi konsep pembelajaran remedy dan pengayaan 6) aktif pada forum KKG,guru berbagi dan peningkatan kompetensi berkelanjutan serta 7)mengikuti kegiatan FGD internal sekolah.

 

MUTU GURU              

Sikap keterbukaan guru untuk mengakui kekurangan dan kelebihannya masih merupakan hal langka dalam usaha memperbaiki kinerja,hal ini terjadi pada satuan pendidikan kita,guru belum pernah memanfaatkan guru lain sebagai teman sejawat memberikan evaluasi dan refleksi dalam perbaikan kinerja khususnya dalam proses dan mutu pembelajaran baik berupa observasi dengan menggunakan format tertentu maupun quesioner tertutup,apalagi terhadap siswanya,guru juga enggan memberikan pengetahuan dan keterampilannya kepada teman sejawat baik berupa rekaman audio.video maupun tindakan desiminasi langsung akibatnya guru yang pasif tidak akan mendapatkan pengetahuan baru sebagai pengembangan kompetensi disisi lain semua guru harus mengikuti era perkembangan,oleh karena itu guru dan kepala sekolah hendaknya: 1) memanfaatkan segala sumber daya sekolah yang tersedia 2) guru senantiasa mengembangan kapasitas sebagai pendidik 3)guru senantiasa merefleksi dan mengevalausi diri 4)guru berbagi sesuai kebutuhan secara mandiri 5)kepala sekolah memfasilitasi guru mengembangkan kompetensi berupa MGMP,Seminar dan kegiatan pengembangan lainnya ,serta 6) kepala sekolah memprogramkan kegiatan pengembangan kometensi guru dalam RKAS.

 

 

MANAJEMEN SEKOLAH

 

Pada satuan pendidikan ini guru BK sesuai kualifikasi pendidikannya tidak tersedia sehingga layanan bimbingan dan konseling dilakukan oleh guru TIK dengan pertimbangan bahwa guru tersebut memiliki waktu luang yang lebih banyak dari guru dan tenaga lainnya,sehingga pelayannya sangat terbatas.Guru layanan BK tidak memiliki program,hasil pelayanannya tidak didokumenkan sebagai bukti kinerja,mereka hanya memberikan pelayanan tanpa kendali dan SOP melainkan rasa dan tanggung jawab.pelayanan yang diberikan hanya sebuah tindakan diagnose dan penanganan pendekatan emosional sehingga hasilnya kurang maksimal.Bimbingan umumnya diberikan yang berkenaan dengan bidang social,sedangkan bidang lain diserahkan kepada wali kelas dan guru Pembina kegiatan ekstrakurikuler,dampaknya kurang efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah ramah anak,Kemudian dalam hal penjaminan mutu internal sekolah ,penyusunan program tahunan dan RKAS belum memanfaatkan hasil analisis dan evaluasi rapor mutu dan EDS dalam pengembangan program sekolah dan keterlibatan pihak pemangku kepentingan masih minim sehingga program dan RKAS yang dilahirkan masih sebatas rumusan turunan tahun sebelumnya,akibatnya pengembangan sekolah secara utuh tidak efektif dan maksimal,oleh karena itu kepala sekolah dengan segera dapat: 1) memberikan pembimbingan dan pelatihan khusus kepada tenaga yang menangani layan BK tersebut 2) membantu guru layanan BK meminimalisi terjadinya tindakan indisipliner siswa 3) memberikan fasilitas dan menyediakan sarana dan prasaran tambahan sebagai petuga layanan BK 4) mengusulkan kepada pihak terkait (Dinas Pendidikan)untuk pengangkatan guru BK 5) melibatkan pemangku kepentingan merumuskan program dan RKAS 6)memanfaatkan hasil evaluasi dan rapor mutu dalam pengembangan program 7)menitik beratkan pada kebutuhan sekolah 8)melaksnakan evaluasi dan tindak lanjut secara sistematis dan berkelanjutan.

 

 

 

 

                                   

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini